Pada JavaScript, operasi perhitungan atau aritmetik dilakukan dengan operator artimetik.
Berikut adalah tabel operator artimetik pada JavaScript.
Operator | Deskripsi |
---|---|
+ | Penjumlahan |
- | Pengurangan |
* | Perkalian |
** | Eksponensial |
/ | Pembagian |
% | Modulus atau sisa bagi |
++ | Increment atau penjumlahan dengan 1 |
-- | Decrement atau pengurangan dengan 1 |
Operasi aritmetik pada umumnya melakukan operasi pada dua angka atau bilangan.
Operasi aritmetik juga bisa dilakukan pada angka dan variabel atau terhadap dua variabel.
var a = 10;
var b = 50;
var c = 25 - 20;
var d = a + b;
var x = (a + b) * c;
Operator dan Operan
Angka atau bilangan pada operasi aritmetik disebut operan.
Operasi aritmetik terhadap operan didefinisikan oleh operator.
pada operasi aritmetik 1 + 2, maka 1 dan 2 adalah operan sedangkan + adalah operatornya.
Penjumlahan
Operator penjumlahan adalah (+).
var a = 10;
var b = 20;
var c = a + b; //hasilnya adalah 30
Pengurangan
Operator pengurangan adalah (-).
var a = 10;
var b = 20;
var c = b - a; //hasilnya adalah 10
Perkalian
Operator perkalian adalah (*).
var a = 10;
var b = 20;
var c = a * b; //hasilnya adalah 200
Ekponensial
Ooperator eksponensian adalah (**).
var a = 10;
var b = 10 ** 3; //hasilnya adalah 1000 didapat dari 10 * 10 * 10
Pembagian
Operator Pembagian adalah (/).
var a = 10;
var b = 20;
var c = b / a; //hasilnya adalah 2
Sisa Bagi atau Modulus
Ooperator sisa bagi adalah (%), yang akan mengembalikan sisa dari hasil pembagian.
var a = 10;
var b = 25;
var c = b % a; //hasilnya adalah 5
Inkremen
Operator inkremen adalah (++).
var a = 10;
a++;
var b = a; //hasilnya adalah 11
Dekremen
Operator dekremen adalah (--).
var a = 10;
a--;
var b = a; //hasilnya adalah 9
Tingkatan Operator
Pada operasi aritmetik terdapat tingkatan dari operator yang harus diperhatikan karena operasi aritmetik bukan diproses dari kiri ke kanan tapi berdasarkan tingkatan dari operator yang tinggi terlebih dahulu.
Berikut adalah urutan tingkatan operator dari yang tinggi ke rendah:
++
--
**
*
/
%
+
-
contoh
var x = 10 + 2 * 5;
Pada contoh di atas hasilnya adalah 20 bukan 60, hal ini karena perkalian (*) memiliki tingkatan yang lebih tinggi sehingga 2 * 5 dikerjakan terlebih dahulu baru kemudian dijumlahkan.
Tanda Kurung
Tanda kurung digunakan untuk menandakan suatu operasi untuk dikerjakan lebih dulu. Jadi pada contoh di atas bila kita gunakan tanda kurung menjadi seperti
var x = (10 + 2) * 5;
maka otomatis hasil yang didapat adalah 60 karena penjumlahan dalam tanda kurung akan dikerjakan lebih dulu baru kemudian perkalian.