Dibaca: 974

Pengertian Perusahaan Jasa

Perusahaan Jasa – Pengertian, Karakteristik, Perbedaan


Perusahaan jasa merupakan suatu unit usaha yang kegiatannya memproduksi produk yang tidak berwujud “jasa” dengan tujuan untuk mendapatkan laba atau keuntungan.

Atau perusahaan jasa dapat diartikan juga sebagai suatu perusahaan yang menjual jasa yang diproduksinya, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan para konsumen dan mendapatkan keuntungan.

Tapi perusahaan jasa-pun memerlukan produk fisik atau yang berwujud untuk melakukan kegiatan usahanya. Misalnya seperti perusahaan transportasi umum yang menawarkan jasa transportasi kepada konsumen, maka untuk dapat melakukan kegiatan usahanya perusahaan tersebut memerlukan alat transportasi seperti bus, pesawat atau kapal laut dan alat transportasi tersebut merupakan produk yang berwujud.


Karakteristik Dari Jasa


Jasa memiliki beberapa karakteristik yang diantaranya sebagai berikut ini:

  1. Kegiatan Utamanya Adalah Menjual Jasa
    Sesuai dengan pengertian badan bisnis jasa di mana perusahaan menjual produk dalam bentuk layanan yang bermanfaat dan dibutuhkan oleh konsumen. Sehingga aktivitas utama dalam operasi perusahaan adalah menjual dan menawarkan layanan.
  2. Tidak Menyediakan Produk Dalam Bentuk Fisik
    Secara umum, perusahaan penyedia layanan tidak menyediakan produk dalam bentuk fisik atau barang. Perusahaan jasa menjual produk yang tidak dapat disimpan dan tidak terlihat (abstrak) tetapi manfaatnya dapat dirasakan.
  3. Bisa Membutuhkan atau Tidak Membutuhkan Barang-Barang Berwujud
    Tergantung pada jenis bisnis jasa yang didirikan, dapat membutuhkan atau tidak memerlukan barang berwujud.
    Misalnya dalam bisnis jasa perjalanan, tentu saja membutuhkan armada untuk konsumen yang memesan layanan perjalanan.
    Berbeda halnya jika Anda membangun layanan keuangan, Anda tidak membutuhkan produk berwujud yang sebenarnya.
  4. Produk Jasa Tidak Bisa Sama Persis Antar Konsumen
    Jika Anda menjual produk berwujud di mana barang yang dijual di antara konsumen akan memiliki bentuk dan hasil yang sama.
    Lain halnya pada entitas bisnis jasa di mana hasil layanan yang akan diterima oleh masing-masing konsumen dapat berbeda dari konsumen lain. Misalnya dalam hal kualitas layanan atau kemampuan penyedia layanan.
  5. Harga Jasa Tidak Dapat Dipatok General
    Umumnya, konsumen yang membutuhkan produk layanan memiliki kebutuhan yang berbeda. Sehingga harga layanan tidak diatur secara umum karena tergantung pada kebutuhan konsumen atau permintaan dari konsumen.
  6. Tidak Ada Harga Produksi
    Karena perusahaan jasa biasanya tidak memerlukan bahan baku produksi yang berwujud, maka tidak ada biaya produksi dalam pelaporan keuangannya.
    Sehingga dalam laporan keuangan hanya ada unsur pendapatan dan biaya lainnya untuk perhitungan untung dan rugi.

Dalam membuat laporan keuangan pada perusahaan jasa terdapat delapan langkah yang dikenal sebagai siklus akuntansi, langkah-langkah tersebut diantaranya sebagai berikut ini:
•  Transaksi keuangan.
•  Mencatat semua transaksi keuangan yang berdasarkan bukti asli dari transaksi di dalam satu periode transaksi.
•  Membuat jurnal umum, yang berdasarkan catatan dari nomer 2 tadi.
•  Membuat buku besar.
•  Membuat jurnal penyesuaian.
•  Membuat laporan keuangan, seperti laporan laba-rugi, neraca dan perubahan modal.
•  Membuat jurnal penutup.
•  Dan membuat neraca saldo.


Perbedaan Perusahaan Jasa Dengan Perusahaan Dagang


Ditinjau dari kegiatannya, maka perusahaan jasa kegiatan pokoknya adalah menjual jasa kepada pihak-pihak yang memerlukan dengan mengeluarkan pengorbanan dalam bentuk jasa untuk tujuan memperoleh laba atau keuntungan yang ditetapkan.
Sedangkan perusahaan dagang kegiatan pokok usahanya adalah melakukan transaksi pembelian barang dagang dengan tujuan untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuk barang tersebut lebih dahulu. Kalau terjadi pengolahan maka pengolahan itu biasanya terbatas pada pengepakan atau pengemasan supaya barang tersebut menjadi lebih menarik.

Perbedaan antara perusahaan jasa dan perusahaan dagang yang lain adalah perusahaan jasa adalah perusahaan yang menjual jasa saja, sedangkan perusahaan dagang adalah perusahaan yang membeli barang lantas menjualnya. Akibatnya dalam laporan keuangan perusahaan dagang timbul akun-akun yang tidak ada dalam laporan keuangan perusahaan jasa seperti pembelian, ongkos angkut pembelian, retur dan potongan pembelian, persediaan barang, dan harga pokok penjualan.

Perbedaan dalam laporan keuangan perusahaan jasa dengan perusahaan dagang seperti yang telah di jelaskan di atas dapat langsung terlihat pada laporan rugi laba masing-masing perusahaan seperti berikut :

Pendapatan dan beban pada perusahaan jasa dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut :

Pendapatan Jasa               xxx
Beban operasi                 (xxx)
LABA BERSIH                   xxx

Sedangkan pendapatan dan beban pada perusahaan dagang dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut :

Penjualan                        xxx
HPP                               (xxx)
Beban Operasi                (xxx)
LABA BERSIH                   xxx