Dibaca: 312

Pengertian Perusahaan Dagang

Pengertian Perusahaan Dagang

Seperti namanya, perusahaan dagang adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan barang dan aktivitas utamanya adalah menjual barang. Perusahaan dagang menjual kembali barang yang mereka beli tanpa melakukan perubahan sedikit pun.

Yang dimaksud dengan mengubah barang adalah mengolah atau mengubah nilai dan bentuk barang itu sendiri. Jadi, perusahaan dagang hanya membeli barang dan tinggal menjualnya saja dengan harga jual yang lebih tinggi dari harga beli dan mendapatkan keuntungan atau laba dari selisih harga tersebut.

Karakteristik Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang memiliki karakteristik yang khas dan berbeda dengan perusahaan non dagang. Karakteristik tersebut mempengaruhi proses inti perusahaan dagang. Karakteristik perusahaan dagang adalah:
1.    Memiliki aktivitas utama berupa membeli, menyimpan di gudang penyimpanan dan menjual kembali.
2.    Tidak melakukan proses produksi barang
3.    Perhitungan total  keuntungan adalah berdasarkan total hasil penjualan dikurangi biaya pembelian dan biaya operasional Perusahaan.
4.    Barang yang di beli langsung dijual tanpa melalui proses pengolahan atau perubahan sedikit pun.
5.    Kegiatan akuntansi berlandaskan dengan akun persediaan barang, yaitu perhitungan harga pokok penjualan dan laporan laba rugi memakai bentuk single step dan multiple step.


Proses Inti Perusahaan Dagang

Selain memiliki karakteristik yang khas, perusahaan dagang memiliki proses yang sangat berbeda dengan perusahaan non dagang. Dapat disimpulkan, proses inti perusahaan dagang adalah sebagai berikut:
1.    Pembelian, mencakup pembelian peralatan dan perlengkapan perusahaan, pembelian barang dagang, dan pembelian barang lainnya untuk kegiatan usaha.
2.    Pengeluaran biaya, yaitu kegiatan perusahaan dalam mengeluarkan sejumlah biaya untuk membeli barang, membayar pajak, dan penunjang operasional     perusahaan.
3.    Penjualan, yaitu kegiatan perusahaan menjual barang dagangan untuk memperoleh pendapatan atau keuntungan.
4.    Penerimaan keuntungan, yaitu penerimaan keuntungan hasil penjualan barang. Penerimaan keuntungan dari penjualan barang biasanya disertai dengan penerimaan yang diperoleh dari pelunasan dari pihak lain

Jenis Perusahaan Dagang

Jenis perusahaan dagang dapat di bedakan menjadi sebagai berikut :

Berdasarkan Produk yang Diberdayakan
1.    Barang Produksi, yaitu perusahaan yang memperjualbelikan produk berupa bahan baku (raw material) sebagai bahan dasar bagi pihak lain untuk membuat produk atau peralatan produksi untuk menghasilkan produk baru. Contohnya, mesin bubut, benang, kayu gelondongan, dan lain-lain.
2.    Barang Jadi, yaitu perusahaan yang memperjualbelikan produk jadi atau produk yang siap digunakan oleh konsumen. Contohnya, pakaian, televisi, meja, dan lain-lain.

Berdasarkan Jenis Konsumen
1.    Perusahaan Besar (Wholesaler), yaitu perusahaan yang membeli produk secara langsung dari pabrik dalam jumlah besar, dan cara menjualnya pun dalam jumlah yang besar juga. Contohnya, pedagang grosir.
2.    Perusahaan Perantara (Middleman), yaitu perusahaan perantara yang membeli barang dagang dalam jumlah besar dan dijual kembali ke perusahaan retail dalam jumlah sedang. Contohnya, pedagang sub grosir.
3.    Perusahaan Retail/ pengecer (Retailer), yaitu perusahaan yang berhubungan langsung dengan konsumen akhir dimana konsumen dapat membeli barang secara eceran. Misalnya; pasar swalayan, kios, warung.

Jenis-Jenis Akun yang terdapat pada Perusahaan Dagang

Selain jenis-jenis dari perusahaan dagang, kita juga memberikan informasi jenis-jenis dari akun yang terdapat pada perusahaan dagang. Berikut penjelasannya:
•    Akun pembelian digunakan untuk membeli barang dagangan baik secara tunai atau kredit.
•    Akun penjualan akun yang digunakan untuk menjual barang dagangan secara tunai atau kredit.
•    Akun retur pembelian dan pengurangan harga untuk mengembalikan sebagian barang yang sudah dibeli kepada penjual karena rusak atau tidak sesuai pesanan.
•    Akun retur penjualan dan pengurangan harga untuk menerima kembali sebagian barang yang sudah dijual dari pembeli karena rusak atau tidak sesuai pesanan.
•    Akun utang dagang digunakan untuk mencatat adanya utang dagang dan pelunasan kewajiban atas pembelian secara kredit.
•    Akun piutang untuk mencatat adanya piutang dagang dan penerimaan pelunasan piutang atas penjualan secara kredit.
•    Akun potongan pembelian untuk mencatat potongan yang diterima pembeli karena melunasi utang dalam masa potongan.
•    Akun potongan penjualan untuk akun yang digunakan untuk mencatat potongan yang diberikan penjual karena menerima pelunasan piutang dalam masa potongan.
•    Akun beban angkut pembelian untuk mencatat timbulnya beban angkut yang ditanggung pembeli.
•    Akun beban angkut penjualan untuk akun yang digunakan untuk mencatat beban angkut saat mengirim barang yang dibayar oleh penjual.